Postingan

Dirimu dan Musim Hujan

Mengering Musim hujan perlahan kian mengakhiri masanya Aku terbiasa menjadikan hujan sebagai alasan untuk menunda keberangkatanku Awan mendung menjadi fenomena favoritku ketika sedang berjalan bersamamu Haruskah aku khawatir? Aku mengenalmu sejak musim hujan berlangsung Cerita aku dan dirimu banyak diiringi oleh rintik hujan Apakah dirimu akan pergi bersama dengan musim hujan yang berakhir? Aku harap musim hujan kali ini tidak cepat pergi Aku masih ingin merekam momen bersamamu ketika hujan Manisnya...

Menyapa Lagi

Halo, assalamu'alaikum. Selamat tahun baru 2023, semua! Semoga di tahun ini, setiap dari kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi, dan mendapatkan kebaikan yang selalu kita harap-harapkan, ya. Aamiin. Rasanya sudah lama sekali aku nggak  menulis di blog ini. Hmm, itu karena aku nggak punya ide saja, sih. Nah, sekarang aku mau mulai mencoba menulis lagi karena merasa tertantang setelah membaca cuitan Uda @ivanlanin di akun Twitter-nya. Katanya, dengan meluangkan waktu untuk menulis setiap harinya minimal sepuluh menit dalam sehari, bisa menstukturkan pikiran dan bisa menjadi alat meditasi sehari-hari. Jadi, aku pikir nggak ada salahnya kalau aku ikut mencobanya. Semoga aku bisa konsisten dan meningkatkan keterampilan menulisku walau sedikit, ya. Namun, ada hal yang perlu aku khawatirkan. Untuk menulis tentunya harus rajin membaca, sedangkan aku sudah jarang membaca bacaan yang bisa mengasah kreativitas dan pola pikirku. Semoga dengan dimulainya aku menulis lagi, minatku untuk memba...

Brand new

Hola. Aku nggak bisa masuk ke blog lamaku, jadi aku post di sini aja ya. Setahun ke belakang, aku udah banyak kehilangan seseorang dan sesuatu. Ayah meninggal, 6 kucingku mati, dan 1 kucingku hilang. July 2022. Bulan yang penuh kejutan. "dia" yg selama ini bersamaku selama 5 tahun juga pergi. At my lowest point, we (me and him) ended our relationship because he has affair with his colleague. Damn, it's so heart breaking. But now, i'm fine. Trust me. Aku marah, kesal, kaget, ngga nyangka, kecewa, sakit dan patah hati selama beberapa hari. Tapi dengan berdoa dan dukungan keluarga, sahabat, dan temen2, aku bisa bangkit lagi. Walau ngga langsung jadi "hebat". Hehe setidaknya aku ngga galau-galau lagi gituu. I get over him. Perasaanku sudah ringan, cuma masih ada takut atau traumanya. Trauma kalo inget dia, dan barang-makanan/minuman-tempat- yg berhubungan dengan mereka (him and she). Tapi tidak trauma untuk jatuh cinta atau punya hubungan lagi. Pengen banget mal...

Kalau Begini

Perlakuannya masih sama. Hanya terkadang caranya sudah berbeda. Kayaknya dia sudah muak dengan saya. Hanya dia tidak pernah mengatakannya. Mungkin memang saya yang tidak tau diri. Tapi saya juga kesal kalau begini.

loosing

hi guys, it's 6 am here. and im sleep yet from yesterday. my eyes, my head, my all over body too much tired, but my brain keep running like on treadmill. so, if you already know me, i think im only told you about my school life. but now, i will show you how is my college life  if you r my school friend, i think you know me as bright and cheerful person, if im not wrong. but in college, i become a gloomy, loner person. how can? i dont know where that thing begin. when i start first class, "circle"s are already form. i mean, i can talk with anyone, i can form studies group with anyone, but i really didnt have friend that i click, at first. actually some circle invite me and the other one to join their college life together. but me and the other one really not match with them. when things go, finally i met a person that click with me. just two of us. but we can still join to other circle if it needed. but for me, she is only person that i can rely a...